Orang No. 1 di Kabupaten Nias

Binahati Baeha, SH Tidak Bercita-cita Menjadi Bupati

Meskipun sedang menjalani 2 periode jabatan Bupati Nias, semasa kecil Binahati tidak bercita-cita menjadi Bupati. Memang pernah terkagum-kagum pada sosok bupati Nias sewaktu duduk di Kelas 1 Sekolah Dasar. Waktu itu Bupati Nias, Letkol AD Hasanudi Waruwu, sedang berkunjung ke Kecamatan Lahewa, tempat Binahati dilahirkan. Binahati kecil dan teman-temanya disuruh berbaris menyambut kedatangan Bupati. “Sebagai anak-anak tentu sangat kagum melihat bupati mengenakan baju dinas warna putih dengan berbagai tanda pangkat. Kelihatan gagah dan kren. Tapi hanya sebatas itu, tidak lebih! Kesan saya bupati Nias hebat dan gagah”, kenang suami Lenny Trisnadi ini.

Kisah di atas adalah penegasan Binahati bahwa jabatan yang diembannya sekarang ini bukan karena kehendaknya, melainkan kehendak Tuhan yang telah menggariskan jalan hidupnya untuk memimpin Kabupaten Nias selama 2 periode. “Jalan hidup saya memang telah digariskan oleh Tuhan”, ungkap Binahati.

Selama menjalani apa yang telah digariskan oleh Tuhan tersebut, banyak suka duka yang telah dilaluinya. “Menjadi bupati, ada enak ada tidak enaknya, sama seperti profesi yang lain juga. Karena itu, sebagai pimpinan daerah, saya bersyukur apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada saya. Artinya, tidak boleh kecewa betapapun banyak rintangan atau tantangan yang dihadapi”, tegas Binahati.

Awalnya, Tidak Diperhitungkan

Waktu mencalon diri sebagai Bupati Nias, berpasangan dengan Agus H Mendröfa sebagai Wakil, Binahati sama sekali tidak menduga kalau mereka bisa terpilih sebagai orang nomor 1 dan nomor 2 di Pulau Nias. Berdasarkan perkiraan waktu itu, dari 9 pasangan calon, mereka berada di peringkat ke-5. Calon-calon lain, anggota DPRD, pengamat, dan masyarakat Nias pun tidak begitu memperhitungkan pasangan ini.

Calon-calon di luar pasangan inilah yang menurut masyarakat dan pengamat waktu itu lebih berpeluang memimpin Nias ke depan. Namun, hasilnya di luar perkiraan, pasangan Binahati dan Agus yang kemudian terpilih memimpin Nias. “Jalan hidup itu memang sudah digariskan demikian,” ungkap Binahati. Oleh sebab itu, ia sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi kesempatan memimpin Nias untuk 2 periode. “Saya berupaya memanfaatkan sebaik-baiknya sisa waktu yang telah dipercayakan ini untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Nias yang selama ini termarjinalkan”, harap Binahati.

Kebanggaan Keluarga

Dalam menjalankan pengabdiannya di Nias, Binahati mendapat dukungan penuh dari istri dan anak-anaknya. Meskipun istri dan anak-anaknya kelahiran Jakarta dan telah hidup mapan di kota metropolitan, namun mereka “merelakan” Binahati kembali untuk mengabdi di pulau yang tergolong kabupaten termiskin di Propinsi Sumatera Utara ini.

Menurut pengakuan Lenny Trisnadi, istri Binahati, ia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa suatu ketika suami tercinta akan menjabat sebagai Bupati Nias. Bahkan untuk bekerja atau berkarya di daerah Nias pun tidak terbayangkan sebelumnya.

Setelah mendampingi suaminya sebagai orang Nomor 1 di Nias, Ina Melvin (nama panggilan Lenny Trisnadi) merasakan kebahagian tersendiri bisa terjun langsung membantu masyarakat Nias, khususnya dalam proses pemberdayaan perempuan-perempuan Nias. Menurut pengamatannya, kaum perempuan di Nias tidak begitu “dihargai” dibandingkan dengan kaum laki-laki. Misalnya dalam hal pendidikan, anak laki-laki masih lebih diutamakan dibandingkan dengan anak perempuan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ibu 2 anak ini.

“Saya tidak menyangka ibu bisa betah di Nias. Kalau orang daerah betah tinggal di kota, itu bukan suatu hal yang aneh tetapi orang kota betah tinggal di daerah, patut dipertanyakan”, begitu salah satu komentar Binahati tentang istrinya yang ikut mengabdi di Nias.

Bukan hanya istrinya, anaknya nomor dua, Marissa Stephanie Baeha yang bekerja di salah satu NGO, juga pernah ditempatkan di Nias untuk membangun perumahan di Kecamatan Afulu. Berjalan kaki sejauh 15 km pun harus dilakoninya selama membantu proses pembangunan perumahan di sana.

Biodata

Nama:

Binahati B. Baeha, SH

Tempat/ Tanggal Lahir:

Lahewa, 08 Desember 1949

Agama:

Katolik

Pendidikan Formal:

1956-1962 SG Negeri, Lahewa

1962-1965 SMP Katholik Bintang Laut, Teluk Dalam

1965-1966 SMA Katholik “BTB”, Balige

1966-1968 SMA Taman Siswa, Pematang Siantar

1969-1979 Universitas Tujuh Belas Agustus (Fakultas Hukum), Jakarta

Saat ini sedang tengah menyelesaikan Tugas Akhir (Thesis) pada Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Pemerintahan (kerjasama UNPAD dengan UNJANI Bandung)

Pelatihan:

Dalam Negeri

1982 LATSAR HANSIP, Jakarta
1983 SEPALA DEPDAGRI di DIKLATWIL, Bandung

1985 LOKAKARYA DIKLAT DEPDAGRI
1986 SUSMINUD DEPDAGRI
1992 SEPADYA DEPDAGRI di DIKLATWIL, Yogyakarta

1996 TARPADNAS DEPDAGRI

Luar Negeri
1996 Studi Perbandingan tentang Manajemen Pemerintahan dan Pertambangan di Kanada

Organisasi:

1972-1974 Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Jakarta
1973-1975 Ketua I Ikatan Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Jakarta

1973-1975 Ketua Dewan Mahasiswa UNTAG Jakarta
1983-1985 Ketua III IKMN (Ikatan Keluarga Masyarakat Nias) Jakarta dan Sekitarnya
1990-1995 Sekretaris Sub Unit KORPRI Ditjen PUOD Depdagri
Sekarang Ketua Umum KONI Kabupaten Nias

Riwayat Pekerjaan:

1984-1989 Kasubbag Surat Menyurat pada Badan Diklat, Departemen Dalam Negeri
1990-1995 Kasubbag Peraturan Perundang-undangan dan Dokumentasi pada Bagian Perencanaan Setditjen PUOD Depdagri
1995-1996 Pelaksana Tugas Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Ditjen PUOD Depdagri.
1996-1998 Kepala Bagian Tata Usaha pada Sekretariat Ditjen PUOD Depdagri
1998-2000 Kepala Sub Direktorat Pembinaan Pengelolaan Barang Daerah Direktorat Keuangan Daerah Ditjen PUOD Depdagri
2000-2001 Kepala Sub Direktorat Asosiasi Pemerintah Daerah pada Direktorat Umum Pemerintahan Ditjen PUMDA Depdagri
2001- Bupati Nias

Tanda Jasa dan Penghargaan:

SATYA LENCANA KARYA SATYA 30 TAHUN dari Presiden RI
– SATYA LENCANA KARYA SATYA 20 TAHUN dari Presiden RI
– SATYA LENCANA KEBAKTIAN SOSIAL dari Presiden RI
– THE BEST PEOPLE ASEAN Tahun 2003
– PEMBINA OLAHRAGA dari Gubernur Sumut
– MANGGALA BAKTI HUSADA dari Menteri Kesehatan RI Tahun 2007

Catatan Lain:

1989 Memimpin Tim Kesenian Nias pada Kongres Nasional Gapensi di Palembang
1990 Memimpin Tim Kesenian Nias pada Indo Tourism di Jakarta
1993
Peserta Delegasi Sumut pada Pameran Pariwisata di belanda, Belgia, dan Perncis

1994 Memimpin Tim Kesenian Nias Mewakili Sumut pada Tong-tong Fair di Belanda

2001 Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Oikumene Nias
2002 Team Manager Nias pada Pekan Olahraga Sumut di Medan
2004 Studi Banding ke Hongkong dan Beijing
2004 Memimpin Studi Banding PEMDA Nias ke Bunaken Sulawesi Utara
2005 Penyalur Bantuan Media Group di Nias pada Bencana Tsunami dan Gempa Nias Maret 2005
2005 Ketua Panitia Festival Anak Nias
2005 Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Oikumene Nias
2005
Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Nias dan Nias Selatan bersama Presiden RI

Sumber : http://www.niasisland.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: