Ketua DPRD DKI Jakarta Periode 2004-2009

Drs. HM. Ade Surapriyatna, BSc dari Fraksi Partai Golongan Karya terpilih sebagai Ketua DPRD Propinsi DKI periode 2004-2009. Terpilihnya Ade dianggap sebagai bukti awal ampuhnya koalisi kebangsaan (PDIP, Golkar, PPP, PDS dan PBR) di legislatif. Juga sekaligus memperlihatkan rapuhnya koalisi PKS dengan Partai Demokrat yang mengusung jargon perubahan.

Calon terkuat Ahmad Heriyawan dari Partai Keadilan Sejahtera, yang selain didukung anggota fraksinya (18 suara), juga didukung Partai Demokrat (15 dari 16 suara) serta sejumlah suara yang diperkirakan akan diperoleh dari partai lain (terutama PAN) yang sudah didekati. Dalam penghitungan di atas kertas PKS yakin dapat meraih 39 suara. Rinciannya, 18 suara dari PKS, 15 suara dari PD, dan enam suara dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN).

Tapi kenyataannya, dalam sidang paripurna pemilihan Ketua DPRD DKI Jakarta, Jumat 17 September 2004, Ahmad Heriyawan hanya memperoleh 30 suara, sementara Ade justru meraih 42 suara. Anggota DPRD DKI Jakarta semuanya 75 orang.

Sementara dua suara masing-masing untuk Maringan Pangaribuan dari Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) dan Ilal Ferhard dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD). Satu suara lagi dinyatakan tidak sah karena memiliki lipatan pada ujung kertas sebagai tanda identitas pemilihnya.

Dengan demikian susunan pimpinan DPRD DKI Jakarta adalah Ketua Ade Surapriyatna (PG), Wakil Ketua: Ahmad Heriyawan (PKS), Ilal Ferhard (PD) dan Maringan Pangaribuan (PDIP).

Sidang paripurna pemilihan ketua itu dipimpin Ketua Sementara DPRD DKI Dani Anwar (F-PKS) dan didampingi oleh Wakil Ketua Sementara Johny Wenas Polii (F-Pddan dihadiri Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo dan sejumlah kepala dinas dan pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

PKS kecewa
Mengingat PD dan PKS pernah membuat kesepakatan saling mendukung secara nasional, diperkirakan kekalahan PKS dalam mengusung calonnya sebagai Ketua DPRD DKI itu akan berdampak secara nasional. Kekecewaan sangat tampak pada F-PKS.

“Saya kecewa atas hasil pemilihan itu. Saya tidak tahu hilangnya komitmen itu,” jelas Ahmad Heriyawan. Namun tetap diharapkan anggota PKS mendukung calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemilihan umum 20 September.

Kekecewaan juga dikemukakan Ketua F-PD Johny Wenas Polii. “Secara pribadi dan sekaligus Ketua Fraksi PD, saya sangat kecewa atas hasil ini. Diduga ada dua orang yang memberikan suaranya ke calon lain. Kami akan mencari tahu siapa anggota yang melarikan diri dari garis partai,” katanya.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Propinsi DKI Jakarta dalam sambutannya menyatakan, bahwa untuk memenuhi ketentuan Pasal 13 Peraturan Tata Tertib DPRD, Pimpinan Sementara DPRD telah menyampaikan surat No. 690/077.72 kepada Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Ketua Fraksi Partai Golkar.

Dalam surat tersebut antara lain disebutkan: (1) calon Pimpinan DPRD hanya dapat dicalonkan dari dan oleh Fraksi berdasarkan urutan besarnya jumlah Anggota Fraksi yang disesuaikan dengan jumlah unsur Pimpinan; (2) masing-masing Fraksi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berhak mengajukan satu orang calon Pimpinan DPRD; (3) berdasarkan ketentuan Pasal 14 ayat 1 Peraturan Tata Tertib DPRD, disebutkan bahwa calon Pimpinan DPRD sebagaimana dalam Pasal 13 disampaikan oleh Pimpinan Fraksi kepada Pimpinan Sementara DPRD untuk ditetapkan sebagai calon yang berhak dipilih dengan Keputusan Pimpinan Sementara DPRD; (4) sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan agar para Ketua Fraksi menyampaikan nama calon Pimpinan DPRD kepada Pimpinan Sementara DPRD.

Selanjutnya, keempat Fraksi telah mengajukan calon Pimpinan DPRD, yaitu: Fraksi partai Golongan Karya mengusulkan Drs. HM. Ade Surapriatna, B.Sc; Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan Drs. Maringan Pangaribuan, MM; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengusulkan H. Ahmad Heryawan, Lc; dan Fraksi Partai Demokrat mengusulkan Ilal Ferhard, B.Sc.

Dalam rapat tersebut, disampaikan juga Pimpinan Fraksi-Fraksi sebagai berikut:
*FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA: Penasehat: H. Ahmad Heryawan, Lc; Ketua: Muhammad Gunawan, AK, M.Soc, Sc; Wakil Ketua I: H. Nurmansyah Lubis, SE, Ak, MM; Wakil Ketua II: Dra. Maria Ahdiati; Sekretaris: Selamat Nurdin, S.Sos; Wakil Sekretaris: Rahmat Syah, S.Pd; Bendahara: Igo Ilham, Ak;

*FRAKSI PARTAI DEMOKRAT: Penasehat: Ilal Ferhard, B.Sc; Ketua: Johny Wenas Polii, SE, ME; Wakil Ketua I: H. Lucky Sastrawiria, MBA; Wakil Ketua II: Achmad Husin Alaydrus, Lc; Sekretaris: Aliman A’at, SE; Wakil Sekretaris: Ir. Maria Henny Longkeng; Bendahara: Ernawati Sugondo, S.Sos;
*FRAKSI PARTAI GOLKAR: Penasehat: Drs. HM. Ade Surapriatna, B.Sc; Ketua: Drs. Inggard Joshua; Wakil Ketua: H. Zainudin M.H. SE.,; Sekretaris: H. Jamaludin Panganro; Bendahara: Marthin Oktavianus Makatita;

*FRAKSI PDI PERJUANGAN: Penasehat: Hj. Sumiyati Soekarno, S.IP; Ketua: Drs. Maringan Pangaribuan, MM; Wakil Ketua: H. Sayogo Hendrosubroto, S.IP; Sekretaris: H. Moh. Nakoem AR, S.IP; Wakil Sekretaris: Tatang Rusfandi; Bendahara: H. Mustaman, S.IP;

Siapa Ade?

Dia seorang pekerja keras. Hampir saban hari dia pulang larut malam ke rumah.  Itu pun tidak langsung tidur, terkadang masih membaca. Apalagi menjelang pemilihan pimpinan DPRD DKI, dia sangat sibuk melakukan pendekatan langsung kepada para anggota DPRD dari berbagai fraksi.

Selain mengandalkan Koalisi Kebangsaan (PDIP, Partai Golkar, PPP, PDS dan PBR) dia mendekat F-PAN dan F-KR (PKB-PBR). Pendekatan yang intensif itulah kunci utama keberhasilannya memenangkan pemilihan Ketua DPRD DKI itu.
Mantan Wakil Ketua DPRD DKI dan pada 1999-2004 ini merasa tertantang untuk meningkatkan kinerja para anggota dewan dalam memajukan Jakarta.

Pria kelahiran Jakarta, 7 Nopember 1951 ini memulai karir politik sejak 1971 di Sekber Golkar/Resimen Mahasiswa/Rino Hankam. Kemudian tahun 1985 menjabat ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta. Dua tahun kemudian (1987), dia bergabung dengan Golkar DKI. Pada 2001 menjabat ketua Golkar Jakarta.

Selain berpolitik, dia juga seorang pengusaha. Direktur Utama (Dirut) PT Pelayaran Adhigama Putra Utama dan Dirut Sukawarna Real Estate, bahkan pernah menjabat wakil ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI pada 1982.

Pada Pemilu 1992 dia terpilih menjadi anggota DPRD DKI (1992-1997 ). Selanjutnya pada Pemilu 1997 terpilih lagi dan menjadi  Wakil Ketua DPRD DKI (1997-1999 ). Begitu pula setekah reformasi pada Pemilu 1999 dia terpilih kembali dan menjabat Ketua Fraksi Golkar (1999-2004). Pemilu 2004 terpilih kembali dan menduduki pucuk jabatan sebagai Ketua DPRD DKI (2004-2009).

Ayah dari Drg Detya Fajar Sani MKes dan Dewa Brata ini mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat (SR) di Jakarta lulus 1959, SMPN 30 Jakarta tamat 1966, SLTA di Jakarta, dan Akademi Maritim Indonesia lulus 1969. Kemudian tahun 1996, pria yang menyukai olahraga memancing meraih gelar S1 dari Universitas 17 Agustus 1945.

Di tengah kesibukannya, dia masih sering menyempatkan diri menyalurkan hobi memancingnya pergi ke laut. Jika tidak terlalu sibuk seminggu sekali dia pergi memancing. Untuk menyalurkan hobi itu, dia pun memiliki kapal di Ancol. Sehingga tak susah kalau ingin pergi mancing.

Menurutnya memancing membutuhkan kesabaran. Jurus jitu memancing itu bisa dipraktekkan dalam berpolitik. Keuletan dan kesabaran ini setidaknya telah dibuktikannya  untuk meraih jabatan Ketua DPRD DKI.

Nama:
Drs. HM. Ade Surapriyatna, BSc
Lahir:
Jakarta, 7 November 1951
Isteri:
Hj. Sukmawati
Anak:
Tiga Orang (Drg Detya Fajar Sani MKes, Dewa Brata dan satu orang meninggal)

Pendidikan:
= Sekolah Rakyat (SR) di Jakarta lulus 1959
= SMPN 30 Jakarta tamat 1966
= SLTA di Jakarta
= Akademi Maritim Indonesia lulus 1969
= S1 dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Karir Politik:
= Sekber Golkar/Resimen Mahasiswa/Rino Hankam (1971-1976)
= Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta 1985
= Golkar DKI Dua, 1987
= Ketua Golkar Jakarta, 2001
= Anggota DPRD DKI Jakarta (1992-1997)
= Wakil Ketua DPRD DKI 1997-1999
= Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, 1999-2004
= Ketua DPRD DKI Jakarta (2004-2009)

Kegiatan Lain:
= Direktur Utama (Dirut) PT Pelayaran Adhigama Putra Utama
= Dirut Sukawarna Real Estate
= Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI pada 1982.

Kekayaan:
September 2004: Rp.5.79 milyar

Alamat Kantor:
Gedung DPRD DKI Jakarta
Jl. Kebon Sirih No. 18 Jakarta.

Alamat Rumah:
Jalan Berdikari IV Rawa Badak, Jakarta Utara.

Sumber : Tokoh Indonesia

Satu Tanggapan

  1. Aq ingin menjadi sperti beliau.. Didiklah aq untag agar aq dpt memperoleh bekal dan berjuang di masa yg akan datang.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: